Di balik layar · Babak I
Dimas Aryaguna
Sutradara teater
“Penonton memutuskan mau mendengar atau tidak sebelum Anda selesai menyebut nama.”
Latar
Dimas memulai dari teater kampus, lalu menyutradarai pementasan dengan panggung kurang dari sepuluh meter. Panggung sekecil itu mengajarinya satu hal: tidak ada tempat bersembunyi, jadi setiap gerak dan kalimat harus punya alasan.
Sejak lima tahun lalu ia membawa cara kerja latihan teater ke ruang rapat: blocking untuk presentasi berdiri, gladi resik untuk rapat penting, dan kebiasaan menulis ulang kalimat pembuka sampai lima kali.
Yang akan dibahas
- 01Mengapa pembukaan yang sopan justru membuat orang berhenti mendengar
- 02Tiga pola pembuka: pertanyaan, angka, atau adegan
- 03Posisi tubuh dan kamera saat presentasi dari rumah